Home / Berita Umum / Proses Rekruitmen Petugas KPPS di Karawang Disinyalir Berjalan Longgar

Proses Rekruitmen Petugas KPPS di Karawang Disinyalir Berjalan Longgar

Proses Rekruitmen Petugas KPPS di Karawang Disinyalir Berjalan Longgar – Proses rekruitmen petugas Grup Penyelenggara Pengambilan Nada (KPPS) di Karawang diduga berjalan longgar. Karena tidak dikit lanjut usia serta orang sakit dipilih menjadi petugas KPPS.

Di TPS 38, Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat contohnya, seseorang pasien tidak berhasil ginjal dipilih jadi anggota KPPS. Walau sering terasa lemas, dia akui masih tetap dapat bekerja menjadi KPPS.

Win88bet Agen Judi Online 100% Terpercaya Dengan Bonus Melimpah, Cashback 10% Tiap Minggu, Deposit Hanya 50 Ribu

“Sebenarnya banyak anak muda yang ketertarikan jadi KPPS, tapi saya dipilih sebab masih tetap mampu. Saya ingin turut menyukseskan pemilu untuk negara,” kata Roni Juanda (56) waktu didapati selesai pemakaman Agus Mulyadi, sahabatnya sama-sama KPPS yang wafat Minggu (21/4/2019).

Roni akui menjadi pasien tidak berhasil ginjal. Dia akui tengah melakukan proses dialisis atau bersihkan darah sampai sekarang ini. Roni juga tunjukkan alat bersihkan darah yang tertanam di tangan kirinya.

Ada dua luka sisa lubang di tangannya. Waktu disentuh berasa saluran deras dalam selang dibawah kulit pria 56 tahun itu. “Nih pegang, ini alat bersihkan darah. Saya memang tidak berhasil ginjal,” kata Roni.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Costumer Service Kami Untuk Info Promo Terbaik Kami di Minggu Ini

Dia menjelaskan, proses rekrutmen petugas KPPS di Karawang Kulon, tidak begitu ketat. Menurut Roni, isi formulir kesehatan waktu mendaftarkan jadi anggota KPPS cuma normalitas. “Ada sich hanya kami isi saja sehat tanpa ada mengikuti surat info sehat dari dokter,” kata Roni waktu di tanya ihwal form pengakuan kesehatan dalam pendaftaran KPPS.

Roni akui, tidak menduga pekerjaan KPPS kesempatan ini begitu berat. Dibandingkan 4 pemilu awal mulanya, kata Roni, pemilu 2019 ini begitu berat. Dia sering terasa lemas waktu bekerja. Ditambah lagi mesti meredam kantuk pada malam hari. Akhirnya, dia kapok jadi KPPS.

Tidak hanya Roni, orang sakit di Karawang Kulon yang direktut jadi petugas KPPS ialah Agus Mulyadi, yang wafat semalam. Sebelum pemilu diawali, Agus alami patah pinggang, bahkan juga sempat bolak – balik rumah sakit.

Tiga hari kemarin, seseorang manula berusia 71 tahun, Yaya Suhaya wafat selesai bekerja. Anggota KPPS di TPS 04 Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari itu disangka wafat sebab kecapekan.
Simak juga: KPU Titel Rapat masalah Santunan untuk Petugas KPPS yang Wafat

Lihat kejadian lanjut usia serta orang sakit jadi petugas KPPS, Ketua KPU Karawang Miftah Farid tidak menolak bila proses rekrutmen petugas KPPS tidak ketat.

Ihwal prasyarat kesehatan kata Miftah, dia akui telah mempersiapkan form isian dalam formulir pendaftaran KPPS.

Miftah akui akan Dia akan memberikan saran pada KPU Pusat agar ada batasan usia serta mempererat prasyarat kesehatan buat penduduk yang ingin jadi petugas KPPS.

Untuk Bergabung Bersama Kami, Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Atau Bisa Juga Dengan Mingisi Form Pendaftaran Dibawah Ini

About penulis