Select your Top Menu from wp menus

MA Menilai Permintaan Ke 2 Prabowo Sandi Tak Pas

MA Menilai Permintaan Ke 2 Prabowo Sandi Tak Pas – Mahkamah Agung (MA) menampik kembali kasasi pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bab perkiraan manipulasi Pemilihan presiden 2019 yg tersusun, sistematis, serta masif (TSM). MA menilainya objek permintaan ke-2 Prabowo-Sandi tak pas.

“Mahkamah Agung (MA) ini hari, Senin, 15 Juli 2019, sudah memotong permintaan pasangan calon presiden serta calon wakil presiden H Prabowo Subianto serta H Sandiaga Salahuddin Uno jadi pemohon, Bawaslu serta KPU jadi termohon, dengan mengatakan permintaan pemohon tak diterima serta membebankan pada pemohon buat membayar cost masalah sebesar Rp 1.000.000, (satu juta rupiah),” tutur juru bicara MA Hakim Agung Andi Samsan Nganro , Senin (15/7/2019).

Win88bet Agen Judi Online 100% Terpercaya Dengan Bonus Melimpah, Cashback 10% Tiap Minggu, Deposit Hanya 50 Ribu

Majelis hakim di pimpin Hakim Agung Supandi jadi ketua majelis. Mengenai pemikiran majelis menampik permintaan kasasi ke-2 Prabowo-Sandi di antaranya pada objek permintaan II tak pas buat diributkan lewat konflik pelanggaran administrasi Penentuan Umum (PAP).

“Ini lantaran objek PAP berwujud penghentian pemastian pasangan calon sama seperti disebut dalam Klausal 463 ayat (4) serta (5) UU Nomer 7 Tahun 2017 mengenai Penentuan Umum juncto Klausal 1 angka 13 Perma Nomer 4 Tahun 2017, namun incasu ketetapan disebut tak pernah ada,” tuturnya.

“Dan pada objek permintaan I sudah diputus oleh MA lewat ketetapan Nomer 1 P/PAP/2019 tanggal 26 Juni 2019 yg mengatakan permintaan pemohon ini tak diterima, sampai-sampai pada objek permintaan ini tak berkaitan buat diperhitungkan. Dengan begitu, MA tak berkuasa mengadili objek konflik a quo, oleh karenanya, permintaan pemohon mesti dikatakan tak diterima,” susulnya.

Sebelum Membaca Lebih Lanjut, Silahkan Hubungi Costumer Service Kami Untuk Info Promo Terbaik Kami di Minggu Ini

Awalnya, Prabowo menuntut kembali bab perkiraan manipulasi Pemilihan presiden yg tersusun, sistematis, serta masif (TSM) pada tingkat kasasi. Tuntutan pertama Prabowo pun tidak diterima MA.

Sama seperti didapati, Prabowo Subianto minta MA menganulir ketetapan Bawaslu. Dalam Ketetapan Bawaslu Nomer 01/LP/PP/ADM.TSM/RI/00.00/V/2019 tertanggal 15 Mei 2019, Bawaslu mengatakan laporan perkiraan pelanggaran administrasi Pemilu tersusun, sistematis, serta masif tidak bisa diterima.

Pada 26 Juni 2019, tuntutan itu dikatakan tak diterima dengan fakta yg ajukan tuntutan tidak Prabowo Subianto, namun Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, sampai-sampai tak punyai legal standing.

Tidak hanya itu, yg digugat harusnya KPU, bukan Bawaslu. Dalam inti masalah, MA mengatakan menurut Ketentuan Mahkamah Agung (Perma) Nomer 4/2017, objek permintaan Pelanggaran Administrasi Penentuan Umum ialah ketetapan KPU. Jadi objek tuntutan ketetapan Bawaslu tak penuhi penyisihan objek konflik Pelanggaran Administrasi Penentuan Umum.

Untuk Bergabung Bersama Kami, Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Atau Bisa Juga Dengan Mingisi Form Pendaftaran Dibawah Ini

About The Author

Related posts